HARGA ONGGOK , GAPLEK SINGKONG & NASIB PETANI ONGGOK

BISNIS ONGGOK LAMPUNG & HARGA ONGGOK

Berbasis dengan banyaknya Pabrik Tepung Tapioka di Lampung, Bisnis ONGGOK TAPIOKA | Gaplek Singkong mengikuti dengan baik. Limpahan sisa pembuatan Tepung Tapioka ini menjadi material yang tidak kalah bernilai jika memang di kelola dengan baik. HARGA ONGGOK Tapioka dan Gaplek Singkong yang murah menjadi Primadona Bahan Baku yang laris manis untuk berbagai Keperluan. Bisa untuk Bahan Utama Pakan Ternak, bahan Makanan, ,Bahan Baku Obat Nyamuk, Bahan baku Asbes ,Bumbu sampai Pabrik PAKAN TERNAK pun menggunakan Onggok sebagai bahan Dasar berbagai Jenis Pakan Ternak.
ONGGOK OBAT NYAMUK
PETANI DAN HARGA ONGGOK

GAPLEK SINGKONG

Origin : Jawa Tengah

Bentuk : Cip | Potongan Kecil

Aplikasi : Pakan Ternak

Volume : Up To 500 Ton


     Hanya saja maraknya Bisnis Onggok | Gaplek Singkong ini terkadang tidak diikuti dengan kesejahteraan para Petani Onggok dan pengepul Onggok dari Pabrik terkait. Petani yang harus membeli Onggok dengan HARGA ONGGOK basah yang cukup mahal dan mereka harus menjemur menjadi Onggok Kering mengalami kesulitan dalam hal Penjualan. Bayangkan jika HARGA ONGGOK basah Rp.600,00/kg lalu kemudian dikeringkan dan hanya dapat dijual degan harga Maximal Rp.800,00/Kg ini seperti bukan bisnis yang menjanjikan. 

Belum lagi proses penjemuran sangatlah bergantung oleh adanya Panasnya Matahari sebagai alat pengering Onggok tersebut. Bahkan kelebihan bobot Onggok atau Gaplek Singkong setelah menjadi kering pun tidak banyak membantu nasib Petani sebagai penduduk asli wilayah yang sebagian besar lahannya sudah hilang menjadi Pabrik-pabrik Tapioka besar disana.
    Lebih menggenaskan lagi karena sebagian Petani Onggok disana harus menyewa Lahan Jemur dan menghidupi beberapa Tenaga Kerja dalam proses penjemuran Onggok dan Gaplek Singkong ini. Termasuk juga biaya pembelian peralatan dan Plastik alas jemur yang tidaklah murah. Hal ini masih ditambah lagi dengan ketergantungan pada cuaca yang sangat sulit di prediksi. Bayangkan jika sepanjang 2 tahun terakhir ini Curah Hujan menjadi sangat tinggi. 

Yang terjadi adalah tidak seimbangnya Supplay dan Permintaan yang harusnya akan dapat menjadi daya tawar yang bagus untuk para Petani Onggok pada HARGA ONGGOK tersebut. Bahkan dalam cuaca seperti ini butuh waktu sampai 2 Minggu untuk menjadikan Onggok Basah sampai kering, itupun dengan kadar Air yang masih tergolong tinggi karena lembab dan tanpa proses pengeringan Mesin.

Dari beberapa pengamatan penulis dan dilaporkan juga oleh Harian Lampung dari Desa Tambah Subur Kecamatan Waybungur Lampung Timur, Kondisi Petani Onggok disana juga masih jauh dari menggembirakan. 
Harga Onggok yang sulit sekali di tingkatkan dan Cuaca yang sulit sekali di tebak menjadi kendala utama bagi perkembangan Bisnis ONGGOK TAPIOKA di daerah asalnya. Masih beruntung para Pembeli pertama dan Penjual atau marketing yang sebenernya tidak memiliki Onggok ini. Mereka bisa menaikkan harga lebih tinggi ke pembeli atau end user Gaplek Singkong dan tetap menekan harga belinya ke para Petani Onggok.
Bukan tanpa usaha,,, hal ini sudah semakin diperbaiki dengan adanya beberapa Koperasi yang bertujuan untuk meningkatkan Kesejahteraan Petani Onggok di berbagai wilayah yang tersebar di Lampung ini. Mudah mudahan dengan adanya Koperasi-Koperasi Onggok ini benar-benar dapat menjadi pelindung dan wadah yang baik sekaligus berpihak pada kesejahteraan Petani Onggok di daerah tersebut. 

Mungkin Sistem Koperasi Onggok dan gaplek Singkong seperti begini yang sejauh ini dapat kita jadikan Lembaga yang kuat yang anantinya akan dapat menjadi standartisasi Produk Onggok Tapioka yang semakin berkualitas sekaligus sebagai pendongkrak dari HARGA ONGGOK yang masih selalu tidak berpihak pada Petani itu sendiri. 

Harapan kita adalah akan terjadi keseragaman standart Mutu dan kebersamaan visi dan sikap bisnis agar tidak terjadi persaingan Bisnis yang tidak sehat diantara Petani dan diantara Koperasi yang berbeda. Dan jika memang konsep ini di garap dengan baik dan mendapat dukungan yang layak dari Pemerintah Daerah setempat, Penulis yakin akan ada kemajuan yang dapat dipetik oleh seluruh warga dan Petani Onggok disana sekaligus menjadi Komoditi yang bisa di andalkan oleh Pemda setempat.

Sebagai pembeli, pengambil atau pendistribusi Onggok Tapioka asal Lampung ini, Penulis sangat peduli dan berharap akan kesejahteraan Petani Onggok dan kelangsungan BISNIS ONGGOK | GAPLEK SINGKONG atau yang sering disebut dengan GAMBLONG ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi Symbiosis Mutualisme untuk semua pelaku Bisnis Onggok di semua aspek. Dengan begitu, HARGA ONGGOK yang sekarang masih belum berpihak kepada Petani akan menjadi lebih adil dan transparan hingga nanti dapat berlangsung lama sebagai bisnis yang sehat baik secara Micro maupun Macro Bisnis nya.

Menjadi sangat menyenangkan menjadi bagian kecil dari Bisnis Onggok ini dan ikut menjadikan Bisnis ini sebagai Bisnis yang berkesinambungan dan bermanfaat bagi kita semua. Kita tunggu HARGA ONGGOK & GAPLEK SINGKONG yang terbaik bagi Pabrik Tapioka, Petani Onggok, Pembeli, Pemilik Expedisi Truck , Pekerja Penjemuran ,Pabrik Pengguna Onggok sebagai bahan baku dan semua Pelaku Bisnis terkait ini.
BISNIS AGRO

Penulis : Agusdewi HM
(dari pengalaman dan beberapa sumber)



Blog, Updated at: 20:11:00

0 komentar:

Post a Comment

PT.TEMANADA INDONESIA

Detail Products


Origin : Jawa Timur
Bentuk halus
Warna Coklat Tua

Origin : Jawa Tengah Indonesia
Liquid
Warna : Bening
Capacity : up to 50 Ton
Packaging : Optional
Oriented : Export & Industrial

Origin : Jawa Tengah
Bentuk: Chip | Butiran
Warna : Putih ( A )
Volume : Temporary

Origin : Lampung
Bentuk : Kasar
Warna : Putih Kekuningan
Volume : 2.000 Ton
Min.Order : 15 Ton

Agroraya Indonesia - Extra Virgin Coconut Oil. Powered by Blogger.
Info VCO - INDUSTRI ORGANIC EXTRA VIRGIN COCONUT OIL - Telp / WhatsApp : 0813 8478 5267 - 0811 818 820 - email : temanada.agro@gmail.com - www.coconose.net